Selasa, 12 Agustus 2014

Pompa Angguk Nan Menawan


Liburan kali ini  terasa sangat panjang,...mulai membosankan, padahal liburan masih tersisa satu minggu...huuft.  Akhirnya, sabtu siang kami memutuskan  untuk mengurangi sedikit rasa jenuh yang sudah mulai hinggap.  Mahakam, we're coming....menyusuri delta Sungai Mahakam merupakan petualangan tersendiri bagi saya dan suami dan kedua anak saya.  Saya bersyukur memiliki dua orang anak yang bisa ikut larut dalam kegilaan orang tuanya yang lebih suka berpetualang ke tempat baru, untuk sekedar mencari tahu atau merasakan atmosfer tempat itu, daripada ikut berlalu lalang di dalam mall dengan segala kenyamanannya.  

Sanga-sanga, menjadi tujuan kami saat ini.  Banyak cerita tentang tempat ini, yang konon adalah sebuah kota mati karena sumber daya alamnya telah habis ditambang.  Rasa penasaran inilan yang membawa kami mantap mengikuti rambu-rambu petunjuk arah yang akan membawa kami ke tempat itu.  Sebagai sebuah kota, Sanga-Sanga bisa dikatakan sepi. 

Dari GPS didepan saya, saya tahu bahwa dibalik rumah-rumah yang berjajar disepanjang jalan, Sungai Mahakam terus mengalir  mencari muaranya, juga kami terus berjalan menyusuri sungai besar itu.  Kendaraan kami hentikan ketika sebuah kayu tua kokoh sepertinya itu adalah sebuah pompa angguk yang sudah tidak terpakai lagi.  Akhirnyaaa,.....aku menemukanmu...pompa anggguk ^-*. Sebuah keinginan lama yang akhirnya terpenuhi. 



Namun beberapa meter ke depan, kami menemukan pompa angguk yang masih aktif.  Lebih kecil dibanding pipa angguk tua yang kami lihat tadi, dan pipa angguk ini tidak dibuat dari kayu lagi, tetapi merupakan rangkaian besi yang kokoh, yang senantiasa bergerak, berangguk-angguk tanpa lelah, mungkin suatu hari nanti ia akan berhenti berangguk juga karena lelah.


Pompa angguk merupakan suatu pompa yang didesign khusus untuk memindahkan fluida dari dalam tanah ke permukaan. Digunakan pada pengeboran minyak. 

Dan..inilah team yang selalu kompak...hmmm sayangnya tidak ada tongsis yang membantu kami membuat gambar dengan personel lengkap....(balada tukang potret, gak pernah 'kepotret').....seperti Lima Sekawan bukan?




Tidak ada komentar:

Posting Komentar