Selasa, 19 September 2017

Missing my love papi

Misssing my love Papi. It doesn’t matter whether it has been weeks, months or years, the pain of losing a father will pinch his daughter for a lifetime…



Kepala saya masih merekam kejadian 283 hari yang lalu, ketika tiba-tiba saya merasa ingin ngobrol dengan ayah saya yang berada bermil-mil jauhnya.  Lautan yang membentang luas memisahkan saya dengan ayah, yang membuat saya tidak bisa setiap saat berada di dekatnya.    “Hai Pi, gimana udah enakan badannya?” saya memulai pembicaraan melalui handphone saya.  “Yaaa, lumayan…baik .” katanya,  “Kok suaramu berubah gitu,” katanya kemudian menyadari perubahan suara saya yg berubah parau karena hari itu memang flu sedang melanda. Lalu kami melanjutkan obrolan kami, membahas tentang  nefrostomi yang baru saja dilakukan sebagai tindakan atas sakit yang diderita ayah saya, dan beberapa hal lainnya.  “Pi, natal ini kita gak ketemu ya..kan kita baru ketemu dan nanti Januari aku mau ke Muntilan dan aku akan mampir ke Bandung kok…sehat terus ya Pi”.  “Yaa..terima kasih ya”, jawabnya dari seberang sana.  Kalimat itu mengakhiri obrolan kami siang itu.  Siapa sangka  obrolan di pagi menjelang siang itu adalah obrolan terakhir dengan ayah saya.  Satu jam kemudian handphone saya berdering…”Mbak…..papi udah pergi,” terdengar suara adik perempuan saya.  Lantas sudah dapat dibayangkan apa yang terjadi ya.  Seandainya saya tahu, mungkin obrolan siang itu takkan pernah saya akhiri.😭😭
                   
Saat  seperti ini sebetulnya sudah jauh-juah saya persiapkan, bagi saya dan banyak orang lainnya yang tinggal jauh dari orang tua, menerima kabar kepergian orang tua sama halnya seperti arisan.  Kita tidak pernah tahu kapan giliran kita menerima kabar itu, tapi kita tahu waktunya akan tiba.  Seperti  gulungan-gulungan kertas yang didalamnya tertulis nama kita, saat diguncang, dikeluarkan melalui lubang kecil yang ada dimulut gelas ataubotol, bulan ini akan dikeluarkan satu nama pemenang arisan, dan semua gulungan nama itu pasti akan dikeluarkan hanya kita tidak tahu kapan nama kita keluar.  Namun walau kesadaran itu ada, kehilangan seseorang yg kita cintai  selalu saja membuahkan air mata.

Ada banyak kenangan yang kemudian bermunculan dalam benak saya, yang membuat rasa kehilangan makin dalam.  Mengunjungi rumah kakek di lampung berdua saja dengannya adalah salah satu kenangan yang mungkin tidak akan saya lupa.  Naik bis Damri ke Pelabuhan Merak, di bis itulah saya banyak mendapat pujian dari ayah karena saya bisa membaca setiap tulisan nama-nama toko yang kami lewati, ya tentu saja karena saat itu saya masih belajar membaca.  Naik kapal feri menyebrangi selat sunda, dan naik angkutan desa melewati hutan yang sesekali terlihat kera-kera  loncat dari satu pohon ke pohon lainnya.  Bepergian dengan ayah selalu menyenangkan, karena ia adalah seorang yang super sabar.  Marah bukanlah cara yang dia pakai untuk menegur anak-anaknya.  Lalu terbayang  saat pertama kali saya, kedua adik saya serta ibu dan ayah saya mencoba untuk pertama kali naik bis kota dari jln Dago ke Cibeureum, (saat itu bis kota baru saja diperkenalkan kepada public sbg alternatif  angkutan umum).  Lalu naik kereta api dari stasiun Bandung ke  Rancaekek.  Ayah saya bilang, gak papa naik dekat-dekat dulu yang penting kalian 'pernah' mencoba naik kereta api atau bis, jadi kalau besar nanti dan harus pergi sendiri nggak takut-takut.  Aaah banyak,... bahkan terlalu banyak  kenangan untuk diceritakan.   Hal-hal sepertinya  sederhana namun punya dampak dalam perjalanan kehidupan kami anak-anaknya.  Ayah selalu menekankan pada semua anak-anaknya untuk bisa hidup mandiri, berani  dan tidak tergantung pada orang lain.


Hari itu, Sabtu 10 Desember 2016 buku cerita kehidupan ayah tercinta  di dunia selesai, tidak akan ada lagi cerita baru yang bisa dikenang.  Namun cerita baru lainnya sedang ia buat dalam alam barunya.   Thank you pi…..apapun yg kami buat untuk papi takkan pernah sebanding dengan apa yang kami terima.  Damailah, tenanglah bersama Tuhan Yesus di surgaNya yang mulia.  Cinta, semangat dan teladanmu selalu hidup dalam hati kami.  Engkau takkan terganti…..

  

Selasa, 12 Agustus 2014

Pompa Angguk Nan Menawan


Liburan kali ini  terasa sangat panjang,...mulai membosankan, padahal liburan masih tersisa satu minggu...huuft.  Akhirnya, sabtu siang kami memutuskan  untuk mengurangi sedikit rasa jenuh yang sudah mulai hinggap.  Mahakam, we're coming....menyusuri delta Sungai Mahakam merupakan petualangan tersendiri bagi saya dan suami dan kedua anak saya.  Saya bersyukur memiliki dua orang anak yang bisa ikut larut dalam kegilaan orang tuanya yang lebih suka berpetualang ke tempat baru, untuk sekedar mencari tahu atau merasakan atmosfer tempat itu, daripada ikut berlalu lalang di dalam mall dengan segala kenyamanannya.  

Sanga-sanga, menjadi tujuan kami saat ini.  Banyak cerita tentang tempat ini, yang konon adalah sebuah kota mati karena sumber daya alamnya telah habis ditambang.  Rasa penasaran inilan yang membawa kami mantap mengikuti rambu-rambu petunjuk arah yang akan membawa kami ke tempat itu.  Sebagai sebuah kota, Sanga-Sanga bisa dikatakan sepi. 

Dari GPS didepan saya, saya tahu bahwa dibalik rumah-rumah yang berjajar disepanjang jalan, Sungai Mahakam terus mengalir  mencari muaranya, juga kami terus berjalan menyusuri sungai besar itu.  Kendaraan kami hentikan ketika sebuah kayu tua kokoh sepertinya itu adalah sebuah pompa angguk yang sudah tidak terpakai lagi.  Akhirnyaaa,.....aku menemukanmu...pompa anggguk ^-*. Sebuah keinginan lama yang akhirnya terpenuhi. 



Namun beberapa meter ke depan, kami menemukan pompa angguk yang masih aktif.  Lebih kecil dibanding pipa angguk tua yang kami lihat tadi, dan pipa angguk ini tidak dibuat dari kayu lagi, tetapi merupakan rangkaian besi yang kokoh, yang senantiasa bergerak, berangguk-angguk tanpa lelah, mungkin suatu hari nanti ia akan berhenti berangguk juga karena lelah.


Pompa angguk merupakan suatu pompa yang didesign khusus untuk memindahkan fluida dari dalam tanah ke permukaan. Digunakan pada pengeboran minyak. 

Dan..inilah team yang selalu kompak...hmmm sayangnya tidak ada tongsis yang membantu kami membuat gambar dengan personel lengkap....(balada tukang potret, gak pernah 'kepotret').....seperti Lima Sekawan bukan?




Minggu, 15 Juni 2014

Dari FLS2N 2014 Semarang

Hari masih pagi ketika pesawat Lion Air yang kami tumpangi tiba di Bandara Internasional Ahmad Yani Semarang.  Ini adalah kunjungan saya yang pertama di kota ini. Sekilas bandara ini tidak terlalu besar sehingga sebentar saja saya, suami dan anak lelaki saya telah berada di depan pintu kedatangan bandara.  Seperti biasanya, saya selalu 'excited' di tempat yang baru, dan pandangan saya kemudian berputar merekam setiap sudut yang saya jumpai di sana.  Tak terasa antrian taxi yang tadi agak panjang, tiba-tiba saya sudah berada di urutan paling depan, dan tak lama kemudian sapaan lembut pak sopir dalam dialek jawanya yang kental mempersilahkan kami untuk masuk ke dalam taxi yang siap mengantar kami ke tujuan.  Patung pak polisi yang berdiri tegap di salah satu jalan cukup menarik perhatian saya, dan tak lama kemudian deretan sawah yang hijau segar cukup menyegarkan mata kami pula. Deretan bangunan tua menjadikan kota ini sangat menarik, menggelitik kami bertiga untuk menyusuri pagi yang lembut itu dengan berjalan kami.

Spanduk dan baligo ucapan selamat datang peserta FLS2N 2014 tingkat nasional,terpasang hampir di setiap hotel di Semarang.  Hal ini membuat saya harus setuju dengan rate hotel dengan angka yang cukup tinggi.  Namun kami terima itu sebagai bentuk support pada gadisku yang akan bertanding di event tersebut, dalam cabang lomba musik tradisional tingkat SMP.

Tidak sulit menemukan Hotel Semesta tempat lomba tersebut akan digelar.  Dari lapangan parkir depan hotel tersebut sudah terdengar alunan berbagai musik tradisional dari berbagai daerah di nusantara ini.....indah sekali. Saya merasa takjub dengan beragamnya alat musik yang dimiliki oleh bangsa kita.  Jujur, selama ini saya tau bahwa bangsa Indonesia kaya akan seni dan budaya, tapi kali ini saya tidak hanya membaca atau mendengarnya saja, tapi saya menyaksikannya langsung.  Maka menjaga dan melestari seni dan budaya bangsa adalah suatu keharusan, itu adalah kekayaan bangsa Indonesia yang tidak dimiliki bangsa lain.

Satu persatu kontingen maju untuk menampilkan keindahan musik daerahnya, yang harus dikemas dalam tema permainan anak.  Banyaknya peserta membuat lomba ini dibagi menjadi dua hari.  Ada kebanggaan, rasa haru, terpesona ketika peserta  dari Kalimantan Timur  tampil, kostum dayak yang mereka kenakan sangat menarik.....proud of you guys... Permainan mereka sungguh indah, walau dengan alat musik yang tidak sebanyak peserta dari jawa dan bali, namun paduan harmoni sampeq, jatungutang, jimbe dan beberapa alat pelengkap lainnya sangat memesona. Aah, ditangan merekalah budaya bangsa ini berada....mereka semua yang akan menentukan budaya indonesia akan lestari atau hilang tergerus budaya lain....semoga mereka bisa bijak memilih.

 Saat memenangkan Lomba Musik Tradisional SMP tingkat Provinsi di Samarinda



 Berfoto sejenak sesaat setelah perform pada lomba Musik Tradisional  SMP tingkat Nasional di samping gedung 
Hotel Semesta Semarang


 Kapan lagi bisa berfoto bersama mereka......so, cheeeeeees    


My Husband and the great team

Namun kejutan lain adalah ketika gadisku, Orza Naomi Wangge terpilih menjadi Pemain Musik Tradisional Terbaik SMP tingkat Nasional.  Puji Tuhan, semua adalah anugerah semata, tidak akan terjadi tanpa ada kekompakan diantara teman-teman pemain dalam groupnya....semua dipersembahkan untuk mengharumkan nama SMP Yayasan Pupuk Kaltim Bontang tercinta....dan tentunya untuk  bagi Pak Drawan Kabul, yang senantiasa melatih dan membina mereka dengan penuh kesabaran...terus berkarya ya pak dan hasilkan pemusik-pemusik handal lainnya ya pak.






Sabtu, 30 Maret 2013

Paskah Istimewaku

Paskah tahun ini terasa istimewa, bagi saya.......
Menjadi begitu istimewa karena berkat yang 'tidak biasa' yang saya terima.  Jangan membayangkan saya menerima berkat berupa hadiah, benda yang besar atau bagus yaaa...tapi berkat bagi rohani saya.  Mulai dari Minggu Palma, Kamis Putih, Jumat Agung, Malam Paskah dan Paskah Pagi, saya diajak untuk melihat arti paskah dari sisi yang lain, naah hal itulah membuatnya menjadi lain dan istimewa bagi saya.



Menjadi istimewa karena Minggu Palma ini adalah pengalaman pertama bagi putri saya menjadi misdinar dalam perayaan misa Minggu Palma ini.  Bukan bermaksud untuk memegahkan diri karenanya, karena saya meyakini bahwa pelayanan bukan untuk memegahkan diri.  Tetapi saya bersyukur bahwa akhirnya salah satu anak saya mau terjun dalam pelayanan gereja.  Bagi sebagian orang hal ini mungkin sangat biasa, tetapi tidak bagi saya..ini sangat istimewa.  Ca, jangan berhenti melayani ya, terus melayani dan jadilah semakin rendah hati......karena nyawa dari pelayanan adalah kerendahan hati.  Ketika kerendahan hatimu hilang, maka kamu bukan lagi pelayan.


Sehubungan dengan tema APP tahun ini "Menghargai Kerja" homili Minggu Palma ini saya diingatkan kembali bahwa memang setiap orang butuh bekerja untuk menghasilkan uang, namun nilai uang yang sesungguhnya bukan dari besaran berapa yang kita hasilkan setiap bulan, setiap tahun atau sebanyak apa harta yang kita miliki.  Nilai uang yang sesungguhnya adalah seberapa dari uang yang kita miliki bisa berguna bagi orang sesama. 

Dari Kamis Putih, saya diingatkan untuk mengingat asal dan tujuan hidup kita.  Menjalani hidup dengan tidak melupakan tujuan hidup kita. ..yaitu memuliakan Tuhan.  Seperti  yang ditulis dalam doa yang diajarkan Yesus sendiri Doa Bapa Kami.  Memuliakan Tuhan melalui kehidupan kita ini.


Bahwa menjadi pengikut Kristus bukanlah hal yang mudah, bahwa akan ada konsekwensi dibalik itu semua, adalah isi dari homili Jumat Agung.  Tapi saya diajar untuk selalu tangguh, terus berjuang untuk berjalan dijalan yang telah saya pilih.  Karena hasil suatu pencobaan akan terlihat, ketika kita sabar dan berani  menjalani pencobaan itu.

Pengharapan ....itu yang saya dapat dari Malam Paskah ini.  Masih ingat Sinar? Bocah kecil yang merawat ibunya yang lumpuh seorang diri? Hebaat yaa? Apa yang dilakukan Sinar mungkin tidak akan membuat ibunya bisa berjalan lagi, tapi Sinar memberikan harapan bagi ibunya.....harapan bahwa setidaknya ia tidak sendirian, harapan bahwa anak mungilnya itu akan terus bisa memeliharanya.  Nah...kita pun diharapkan seperti itu....bisa memberikan harapan bagi orang lain.  "Alih-alih dendam, iri, membicarakan keburukan orang lain.....mari lakukan hal yang baik yang bisa memberi harapan untuk orang lain......" kata pastor menutup homilinya.  

Terima kasih Pastor Andreas Setyawan S.J. untuk semua homili yang telah disampaikan.  Dengan cara bertutur yang 'asyik' sehingga mudah untuk dimengerti,  membuat paskah ini menjadi istimewa bagi saya ..dan....semoga tidak berhenti dimengerti saja.....tetapi dapat menjadi energy recharge   bagi saya, untuk menjalani kehidupan di depan saya......

Selamat Paskah
  





Rabu, 20 Maret 2013

Doa Bapa Kami


Our Father in heaven, hallowed be Your name.
Your Kingdom come.
You will be done on earth as it is in heaven.
Give us day by day our daily bread.
And forgive us our sins, for we also forgive everyone who is indepted to us.
And do not lead us into temptation, but deliver us from the evil one.




Minggu, 03 Februari 2013

5 Centimeter


Tak'kan pernah ada kesuksesan tanpa kerja keras.....setujuu yaaaa? Hmm misalnya saja,  senin pagi ini udah saya niatin mau puasa, bukan untuk menurunkan berat badan tapi untuk mewujudkan janji saya pada diri saya sendiri.  Dasarnya?  Pernah seorang teman dekat bercerita dengan berbinar-binar bercerita pada saya betapa cintanya ia pada ibunya....Ia begitu yakin bahwa keberhasilan yang ia dapat saat ini semua karena ibunya selain karena Tuhan tentunya ya.  Jangan membayangkan ibunya adalah seorang wanita yang punya banyak ilmu, punya banyak kedekatan dengan para pejabat  atau orang penting lainnya.  Ibunya adalah seorang wanita yang sederhana, yang hari-harinya dihabiskan di rumah, memasak untuk anak-anak dan suaminya, mengurus semua kebutuhana keluarga dan mengerjakan seabreg kegiatan sebagai ibu rumah tangga dengan cinta.  Dan, yang tak pernah ia tinggalkan adalah doa dan berpuasa senin dan kamis.  "Semoga dengan berpuasa (prihatin)  ibu bisa mengambil sebagian penderitaan dalam hidupmu". Begitu jawab ibunya ketika teman saya bertanya kenapa ibunya selalu berpuasa........haru banget yaa jawabannya......

Nah, karena saya juga seorang ibu.....suatu hari saya berjanji dalam hati untuk mengikuti jejak ibu tadi.  Pagi ini sejak bangun pagi saya niatkan diri untuk berpuasa....tapi ternyata menahan godaan sebuah arem-arem sisa sarapan suami tadi pagi cukup susah yaaa......... hehehe.....Perlu usaha yang keras untuk tidak menanggapi 'panggilan dan lambaian' arem-arem itu. 

Hal kecil seperti diatas pun perlu usaha  yaa...apalagi untuk hal yang besar. Untuk sukses...apalagi..bukan hanya besar bahkan sangat besar.  Tidak pernah ada orang sukses yang tidak keja keras.  Kalimat itu yang senantiasa diajarkan oleh kedua orang tua saya....tidak hanya dimulut, tapi apa yang saya lihat dengan mata kepala saya sendiri, mengajarkan kami anak-anaknya untuk senatiasa kerja keras.  


Papi & Mami,...
thanks ya untuk teladannya ..... semoga semangat ini bisa terus 'nempel' dihidup ini,  menggantung  5 centimeter  didepan dahiku.....sehingga bisa setiap waktu kulihat, untuk tetap dilakukan.......yang kemudian bisa mewabah pada kedua cucumu.  Peluuuuk, I Love you.....


Kamis, 25 Oktober 2012

Bad Luck

Saya duduk di muka anak lelaki saya dengan sepiring pempek didepannya.  "Bun, denger ceritaku ya!" katanya sambil terus menikmati makanan khas palembang yang tinggal separuh.  "Oke, cerita aja, bunda dengar kok."

Maka inilah ceritanya,
"Hari ini aku main bola di sekolah sama teman-temanku bun, lagi asyik-asyiknya main tiba-tiba bolaku melambung tinggi sampai genteng sekolah.....eeeh bola itu nggak bisa turun bun, nyangkut.  Tau kan bun, dimana nyangutnya kira-kita ?", itu lho atap yang datar yang dindingnya berlubang-lubang (rooster maksudnya).  Biasanya Umar, Ilyas yang ambil bola itu bun.  Aku nggak pernah ngambil bola, bukannya aku nggak berani, tapi aku takut ketahuan Pak Guru, bun.  Tapi hari itu aku pengen banget ngambil bola itu, selama ini sering temanku naik ke atas sekolah ngambil bola tapi nggak pernah ada satupun yang ketahuan guru.  Jadi aku berani'in  hatiku untuk manjat.  Semoga nggak ketahuan guru."  

Ia berhenti sebentar untuk memasukkan satu suap pempek ke dalam mulutnya......lalu...
"Pas aku sudah sampai diatas, aku ambil bolanya,....aku nggak berani turun bun.....aku takut turun. Eeh  tiba-tiba pak guru lewat, bun.  Aissss.....bad luck banget bun aku ".

"Trus gimana, kamu dimarahi pak guru?" tanya saya.  "Ya....marah sih, tapi nggak begitu marah kok." "Hai siapa diatas tanya pak guru, trus aku disuruh turun.  Akhirnya aku bisa turun.  Aku ditanya, Jet berapa harga bola? Kalau kamu jatuh dari atap..biaya yang mesti dikeluarkan untuk mengobati kamu sampai sembuh, lebih dari harga bola, begitu kata pak guru." katanya mengakhiri ceritanya......bad luck ya bun.

Maka meluncurlah ratusan kata dari mulut saya 'mengomentari' cerita diatas...hehehe biasa naluri keemakannya keluar.  Bagi anak saya, ketahuan gurunya adalah bad luck, sebaliknya bagi saya itu adalah good luck (minjem bahasa anak saya).  Bayangkan bila tak ada pak gurunya sampe jam berapa anak saya akan tersangkut diatap sekolah.... hahaha (lucunya membayangkannya).  Ya...seringkali banyak hal dalam kehidupan ini yang saling berseberangan ya.  Sial bagi kita mungkin untung bagi orang lain,  bagus bagi kita mungkin saja jelek bagi orang lain.  Keberutungan bagi kita bisa jadi kemalangan bagi orang lain.  Artinya kita tidak bisa mengukur segala sesuatu hanya dari kaca mata kita/diri sendiri, betul nggak?  Ya..karena kita satu sama lain sungguh berbeda....konon setiap manusia adalah unik.  Unik.....,hmmm jadi inget kata-kata kakak pembimbing Navigator, jaman kuliah dulu.  Katanya," setiap manusia diciptakan Tuhan dengan pola masing-masing.  Seperti membuat pakaian, setiap orang punya ukuran masing-masing yang berbeda, demikian Tuhan menciptakan manusia.  Kadang kelihatan body-nya sama, tapi setelah masing-masing diukur...pasti beda ukurannya."  Ya..begitulah manusia, bukan hanya unik di ukuran, tapi juga punya sifat, kelebihan, kekurangan dan lain-lain yang masing-masing berbeda.  

Seperti warna-warni umbul-umbul yang dipasang indah di pinggir jalan saat Hari Kemerdekaan tiba atau warna-warni lampu natal yang menghiasi pohon natal yang membuat pohon cemara menjadi sangat indah, karena punya warna yang banyak....seharusnya berbagai keunikan manusia, saudara-saudara kita, teman-teman kita bisa menjadi sesuatu yang indah  yaaa *_^

Jadi, anakku..
naik atap sekolah adalah salah...jadi kalau dimarahi pak guru ya nggak papa...karena kamu tetap salah ya kaaaaan?  Semoga kamu nggak lupa bilang maaf ya sama pak guru.  Untung ada pak guru...(terima kasih banyak ya pak).......kalo nggak, gimana doong Jet  turunnya  dari atap sekolah itu? Nah, bad luck atau good luck hayooooo?

Good luck 'kan ? 
Apapun yang terjadi dalam hidupmu...semua baik




...Jet, cari artinya good luck yaaaa....