Egg-Plant Ez's Blog

Minggu, 13 November 2011

KTB's

Ini adalah tahun ke 12 saya tinggal ditempat ini bersama keluarga yang saya dan suami saya bangun, jauh dari keluarga besar, dan tidak ada satu pun kerabat dekat yang tinggal ditempat kami tinggal.  Ada satu hal yang jarang sekali saya lakukan, kecuali karena suatu hal dan saya harus melakukannya. ...tidur siang .... Kenapa? Mungkin jawabannya agak aneh, tapi ini selalu saya rasakan bila saya bangun dari tidur siang.

Saya selalu merasa sendiri saat saya bangun dari tidur siang.  Ya, sendiri...selalu terheran-heran kenapa saya bisa berada ditempat yang begitu jauh dari keluarga saya (mami, papi, adik-adik dan teman2 tentunya).  Baru beberapa menit kemudian saya mulai menyadari bahwa ditempat ini pun saya punya keluarga yang sangat saya cintai, punya teman-teman baru, komunitas baru....horeeee aku tidak sendiri. Perasaan itu selalu terjadi setiap saya bangun dari tidur siang saya....., cukup menyebalkan.  Karenanya saya lebih rela menahan kantuk yang bergelayut dengan melakukan sesuatu untuk mengusirnya, sementara orang-orang di sekitar saya tertidur.

Ternyata begitu berartinya teman bagi saya  ya.... Entahlah, apakah terlambat atau tidak, menyadari teman adalah salah satu berkat dari Tuhan, terlebih ketika pertemanan kita membuat suatu dampak yang positif, mengubah kita kearah yang lebih baik.  Tepatlah ungkapan dibawah ini.......

Maka adalah suatu yang indah ketika  suatu kesempatan seorang teman berkata ,"aku selalu menyebut namamu dalam setiap doaku".  Inilah kata-kata terindah bagi saya, yang terucap dari mulut seorang teman.  Bukankan mendoakan  berarti memberi dukungan yang sangat besar bagi saya, bagi kehidupan ini yang seringkali dipenuhi oleh tanda tanya &  ketidakpastian.  Keyakinan saya,.... ketika kelelahan memuncak, ketika beribu pertanyaan tak terjawab, ketika harapan seolah pudar...doanya adalah minyak baru yang senantiasa membasahi sumbu hidup saya untuk tetap menyala...dan terus menyala.

Temans,
trims untuk kesetiaan  menyebut namaku dalam doa-doamu........I love you all, kusebut juga namamu dalam doaku....


 

Minggu, 06 November 2011

Istri yang baik adalah.......


Hanya mencoba untuk membagikan apa yang pernah saya baca dari sebuah blog, tentang seorang istri yang baik. Boleh setuju boleh tidak, kira-kira inilah 13 hal yang harus dimiliki dari seorang istri.
1. Jangan lihat sisi buruk suami, sebagai gantinya lihatlah sisi baiknya.
2. Jangan terlalu sering ngomel.
3. Percaya pada suami, dan percayakan dia pada Tuhan, doakan suami kita setiap hari.
4. Tempatkan Tuhan selalu yang pertama, suami ditempat kedua, ketiga anak-anak dan keempat adalah rumah.  
5. Hargai otoritas suami (walau kadang dia juga bisa salah, suami juga manusia....)
6. Hargai berapapun uang yang ia hasilkan, dan izinkan untuk berbagi dengan keluarga
7. Simpan hasil jerih payah suami, sebisa mungkin berhemat, dan jangan pernah 'menyembunyikan' uang tanpa sepengetahan suami.
8.  Beri pujian akan prestasinya dan tunjukan penghargaan padanya, akan semua usahanya sebagai mahluk yang "maskulin".
9. Segagah-gagahnya kita sebagai istri, tunjukkan bahwa kita juga tergantung padanya, membutuhkan dia, dan tunjukkan juga sisi feminim, kelembutan, sebagai seorang istri.
10. Menjadi ibu rumah tangga juga adalah karier yang diberikan Tuhan, Dia juga yang akan memberkati, maka lakukan karier yang kita miliki dengan sepenuh hati.
11. Buatlah makanan yang sehat dan enak untuk keluarga, jaga selalu agar rumah tetap bersih dan indah, rawatlah anak-anak dengan penuh kasih sayang.
12. Sebagai ibu rumah tangga, maka 'buatlah rumah' menjadi  nyaman
13. Diatas semuanya itu pancarkan sikap bahagia dan sukacita. Bersyukur untuk keluarga yang telah Ia berikan bagi kita. ......

Bagaimana setuju ?








Senin, 29 Agustus 2011

Selasa, 21 Juni 2011

Hukum Ketidakkekalan

Malam makin larut, tapi mata saya belum juga bisa dipejamkan.  Ternyata saya tak sendiri, anak perempuan saya pun masih terjaga, dengan headphone melingkar dari telinga kanan sampai telinga kirinya.  Lagunya....U smile nya Justin Bieber.  JB, JB, Justin Bieber, anak remaja yang akhir-akhir ini menjadi sangat fenomenal dikalangan anak remaja terutama.  Membaca kisah hidupnya, ia tak pernah membayangkan akan menjadi seterkenal sekarang ini, maka berkatlah ini baginya.  Bukan hanya JB yang mengalami hal ini.  Siapa menyangka Udin Sedunia akan dikenal banyak orang di negeri tercinta ini, lalu sebut saja JK Rowling, pengarang Harry Potter yang bukunya pernah tak dianggap, kini menjadi salah satu orang terkaya di dunia. Hmm....semua memang bisa terjadi.

Itulah hidup, seperti ungkapan yang diajarkan sejak kita duduk di sekolah dasar, bahwa roda itu selalu berputar.  Lalu saya berangan-angan seandainya saya seperti mereka, akankah saya bahagia karenanya? Ditengah gelimang materi seperti itu, liburan ke luar negeri, membeli barang mewah, menjadi sesederhana mengangkat tangan dan mengacungkan telunjuk.  Sayangnya di alam ini tidak ada yang kekal.  Dalam kelimpahan materi maupun hutang, kesenangan, kegembiraan hanyalah tamu yang datang dan pergi.

Kenaikan kelas baru saja lewat, membaca tulisan Naik ke kelas...,melihat rapot anak-anak dengan nilai  memuaskan, sungguh menggembirakan.  Namun bukankah tidak semua orang mengalami hal yang sama?  Kata pastor tadi malam,"anak-anak naik kelas adalah baik, namun bila ada anak yang tidak naik kelas bukan berarti tidak baik, namun itu berarti kita perlu lebih banyak lagi membimbing anak kita." Menerima sesuatu yang baik adalah indah, artinya kita sedang dipercaya untuk memegangnya, namun menerima sesuatu yang kurang baik pun adalah indah, artinya terbuka kesempatan untuk mendidik diri belajar iklas.

Seperti yang terjadi dalam setiap roda kehidupan, hal yang baik akan bergantian datang dengan hal yang buruk, sehat akan bergantian dengan sakit, suka menggantikan duka, dan banyak hal lain yang akan datang dan pergi tanpa mampu kita sanggup menolaknya.  Seorang yang bijak akan membiasakan dirinya untuk mengalir mengikuti aliran-aliran kehidupan. Berdoa, berusaha, bekerja...tentu harus dilakukan, namun seberapun kehidupan menghadiahkan hasil...syukurlah...sambutlah semuanya dengan senyum.  (indah ya...)

Minggu, 05 Juni 2011

Gadisku

Pagi benar saya sudah bangun dari tidur lelap semalam.  Saya ingat betul hari ini putri kecilku berulang tahun. Hmm....tak terasa, sekarang dia sudah menjelma menjadi gadis kecil. Dua minggu yang lalu saat belanja bulanan tiba, tiba-tiba dia minta dibelikan foam pencuci muka.......(hehehe), sejenak saya terdiam dan kemudian buru-buru saya iyakan permintaannya. Aiiiih .... kini ia bukan anak kecil lagi rupanya. Walaupun badannya tetap kecil hehehhe.....

Tadi pagi, saat bangun dari tidur, buru-buru saya buka facebook untuk menuliskan sesuatu di 'dindingnya'.   Berharap menjadi yang pertama...ternyata temannya sudah lebih dulu bangun dari saya *_^.  "Happy birthday my girl, wish U all the best".  Itulah kalimat yang saya tuliskan di dindingnya ......

"Yuuk, mari kita doakan anak-anak kita, bukan hanya menjadi Insinyur, Dokter, atau profesi lainnya, tapi jangan lupa supaya anak-anak kita menjadi berkat dimanapun mereka berada...itu lebih utama...", demikian dikatakan rekan saya dalam suatu perkumpulan yang saya hadiri.  Ucapannya seperti yang dikatakan seorang suster (biarawati) saat saya melahirkan anak ke 2 saya.  Pagi pertama dirumah sakit itu, setelah beberapa jam saya melahirkan anak ke dua saya, seorang suster menghampiri saya, dengan kelembutan yang ia punya, ia membelai kepala anak saya yang saat itu masih tertidur.  Lalu katanya, "Bu, doakan selalu anaknya ya....,yang utama, doakanlah  ia jadi anak yang baik, bukan menjadi anak yang pintar.  Karena...anak yang pintar bila ia bukan anak yang  baik, kepandaiannya bisa digunakan untuk sesuatu yang jahat. Tetapi anak yang baik, maka bila ia pintar maka kepandaiannya akan berguna bagi manusia.  Bener juga yaaaa......

Apa yang lebih baik dari kebaikan?.....
"Gadisku, semoga segala kebaikan senantiasa mengisi hidupmu, mulai hari ini dan sampai selamanya....harapan bunda...semoga apa yang kamu katakan adalah tentang kebaikan, apa yang kamu pikirkan adalah kebaikan, yang kamu lakukan juga kebaikan...., sehingga setiap orang yang melihatmu akan melihat kebaikan". Happy B'day my girl...




Selasa, 17 Mei 2011

Hatiku Untuk Bandung

Mungkin karena bulan depan anak saya dan club angklungnya akan berwisata ke kota kelahiran saya ini, maka inilah Bandung dalam catatan saya.

Sabtu, 07 Mei 2011

Mutia

Saya memanggilnya  Mutia,

Anak perempuan 4 tahun itu, terlihat lebih pendiam dibanding anak-anak lainnya. Dua bulan lalu bahkan ia tak berani ditinggal di Pos SPS yang kami bina.  Tangannya tak kan melepaskan ujung baju ibunya, walau matanya tak lepas dari gambar yang dipegang ibu Rofi yang sedang asyik mengajarnya.

Hari pendidikan baru saja berlalu beberapa saat lalu, berbagai perkembangan dan harapan untuk pendidikan di negeri tercinta ini tentunya sudah kita lihat, rasakan.  "Anak-anak zaman sekarang, beda banget ya sama kita-kita dulu", demikian sepenggal obrolan ibu-ibu yang saya dengar.  "Sekarang anak-anak kecil aja pinter-pinter.........", lanjutnya, yang kemudian di 'iyakan' oleh teman-temannya.

Tapi bagaimana dengan Mutia....., dia tinggal tak jauh dari tempat tinggal ibu-ibu tadi.  Tapi, diusianya yang ke 4 ini, jangankan berhitung, membaca,....menyebutkan warna pun ia belum sanggup.  "Saya tak punya biaya bu, untuk menyekolahkan anak saya di TK, makanya saya ikutkan Mutia belajar disini......nanti dapat sertifikatkan bu?, tanyanya.  Tahun depan ia harus masuk Sekolah Dasar, yang hampir setiap SD mematok muridnya bisa baca untuk dapat diterima.......

Lucu rasanya ketika ia melihat gambar buah-buahan.....sebagian ia tak bisa menyebutkan apa nama buah itu, tapi ia merasa pernah memakannya, maka ia akan berteriak.."aku makan itu....apa itu nama?" Kemarin, ia sudah bisa menghafal urutan angka 1 sampai 10. Mungkin kelihatan sangat mudah, tapi bagi saya melihatnya bisa menghafalnya adalah sukacita tersendiri. 

Semoga kami semua bisa melihat ini sebagai  tantangan, untuk bisa sedikit berkiprah bagi bangsa ini.......tidak banyak memang, minimal menjadikan Mutia bisa berhitung dan membaca.  Menanamkan sedikit saja hal yang baik, semoga dari yang sedikit tadi bisa berkembang menjadi sesuatu yang lebih besar kelak.

Selasa, 22 Maret 2011

Jumat, 11 Maret 2011

Belajar dari Angsa

Sejujurnya, sama malas menghadiri konfrensi wanita pagi ini. Kalau bukan karena rasa tidak enak pada teman saya yang adalah ketua organisasi wanita di wilayah tempat saya tinggal.  Apalagi hari ini adalah hari libur, udara mendung.  Apalagi musti pakai seragam lengkap...plus blazer dan lencana....puiiih.  Tapi apa salahnya menyenangkan hati teman...sekali-kali....hehehe

Inilah yang akhirnya membuat saya bertahan duduk diruangan itu hingga siang hari........

Konon, sebuah organisasi seperti persahabatan.  Hubungan antara ketua dengan para seksinya akan sangat baik bila dibangun atas dasar 'rasa persahabatan'.  Buang sejauh mungkin rasa dengki, rasa iri, rasa tidak suka antar pengurus.  Bagaimana mungkin sebuah organisasi akan berjalan dengan baik bila rasa benci, iri dan tidak suka ada didalamnya. Sebuah illustrasi disampaikan Ibu Mei, berkaitan dengan topik tersebut.

Ada 2 orang sahabat yang sedang menghabiskan waktunya bersama (kita sebut saja A & B yaaaa).  Namun tiba-tiba saja mereka masuk dalam satu percakapan yang diakhiri dengan pertengkaran.  Maka sebuah tamparan keras mendarat di pipi si B......  Dengan sedih, sahabat yang ditampar tadi menulis sebuah kalimat di atas pasir.... 'Hari ini sahabatku telah menampar pipiku' ..... Tak lama kemudian, entah apa yang terjadi, si B  tiba-tiba terisap kedalam pasir.  Rupanya tanpa ia sadari, ia berdiri di atas pasir isap.  Tanpa pikir panjang si A yang tadi menampar pipi, segera menolong sahabatnya. Maka selamatlah sahabatnya........ Setelah selamat dari 'isapan' pasir, si B menulis di atas sebuah batu....'Hari ini sahabatku telah menyelamatkanku'.

Melihat itu semua, bertanyalah si A kepada B.  Sahabatku, kenapa pada saat aku menamparmu, engkau menuliskannya diatas pasir.....tapi pada saat aku menolongmu engkau menulisnya diatas batu?  Maka katanya kepada A,"Sahabatku, ketika engkau menyakitiku aku menuliskannya diatas pasir, supaya angin dapat membantu menghilangkan tulisan itu dan aku akan melupakan bahwa engkau telah menyakitiku.  Tapi ketika engkau menolongku....aku akan menuliskannya diatas batu sehingga tulisan itu akan tetap terpatri diatas batu itu dan aku tidak akan melupakan semua kebaikan yang telah kau lakukan untukku.

Alangkah indahnya bila sebuah organisasi dilandasi dengan rasa persahabatan seperti diatas.  'Klik' antar anggota dalam sebuah organisasi tidak bisa dihilangkan. Namun ketika 'klik' didasari dengan rasa tidak suka, dendam, maka akan menggiring organisasi kedalam rasa jenuh, menciptakan sebuah duri dalam organisasi itu, akibatnya .....susaaah sekali untuk maju.  Namun ketika ada rasa persahabatan, sebuah 'klik' bisa menjadi sebuah motor untuk mendorong sebuah ide kecil menjadi lebih besar dan mudah untuk dilaksanakan.  Kemajuan organisasi....pastilah!! Iya nggak....?

Belajarlah dari angsa......!
Mau?....Harus mau ..... Seperti gambar diatas, begitulah kepemimpinan kelompok angsa.  Selalu dalam formasi V.  Paling depan adalah pemimpin......,dan yang lain selalu menjaga posisinya dalam formasi V tadi. Konon, dengan formasi ini kawanan angsa akan terbang lebih cepat untuk mencapai tujuannya. Bila satu saja anggota keluar dari formasi akan berpengaruh besar pada kelompok itu. Maka bila satu ada yang sakit dan keluar, maka posisinya akan digantikan angsa yang lain, sehingga formasinya tetap berbentuk V.
Inilah yang Angsa ajarkan pada  kita.....
Pemimpin didepan memimpin para anggotanya, dan para anggotanya mendukung pemimpinnya untuk mencapai tujuan organisasi. Bila ada anggota yang 'sakit' dan keluar dari tujuan organisasi....yang lain harus membantu sehingga tujuan tetap dapat dicapai. 
  
Untuk seorang teman tidak pernah menyadari didalam dirinya  punya talenta kepemimpinan  yang sangat hebat....

Rabu, 05 Januari 2011

Hadiah Sempurna dari Tuhan

Semula, saya terdiam sesaat ketika satu hari setelah natal saya jatuh sakit. Kemudian dokter menyatakan bahwa irama  jantung saya tak normal...."Ada B Gemini....bisik beberapa perawat yang saat itu mengerumuni saya.  Tak lama kemudian seorang dokter jantung datang menghampiri saya....bla..bla...bla...., akhirnya tindakan dilakukan untuk mengilangkan detak tak normal tadi. Lalu beberapa hari saya harus mondok dirumah sakit dengan pengawasan yang ketat.

Beberapa saat saya terdiam, menitikkan air mata..."huuuuuh jantung", pikir saya dalam hati.  "Tuhan saya punya dua anak yang masih perlu sentuhan sayang saya.  Mereka masih kecil dan ...saya tak mau seumur hidup saya tergantung pada obat-obatan yang harus saya konsumsi.  Saya ingin hidup normal", demikian keluhan saya pada Tuhan.  Rasanya sekuat tenaga sudah saya jaga jantung tercinta ini.  Beberapa jenis makanan sangat saya jaga untuk tidak masuk dalam tubuh saya.  Olah raga ....harus! Tapi kok.......Ahhhhhhh, entahlah.

Tak lama kemudian teman-teman berdatangan.  Seingat saya, inilah dukungan terbanyak yang pernah saya terima hingga saat ini. Banyak doa dipanjatkan untuk kesembuhan saya, bahkan dari orang yang tidak terlalu mengenal saya......jadi terharu...makasih yaaa.  Yang tak akan pernah saya lupa adalah pesan seorang ibu, setelah mendoakan saya, dia menyalami saya, mengenggam tangan saya dengan kedua tangannya...lalu katanya..."tetaplah bersyukur..., Tuhan memberkatimu".  Kalimat yang tak akan pernah bisa dilawan dengan alasan apapun bukan? Namun memang tak akan ada yang lebih baik yang dapat kita lakukan selain bersyukur.

Rasa jenuh mulai datang, punggung saya mulai pegal...namun makin hari, makin banyak pelajaran yang saya ambil,...Tuhan sengaja membuat terbaring, dan memaksa saya untuk belajar...sesuatu yang baik...belum saya lakukan.  Hal-hal kecil, namun dikala kita sehat, kuat, seringkali hal-hal seperti itu lewat begitu saja tanpa arti, mungkin itulah sebabnya ya Tuhan memaksa saya untuk terbaring dan mendengar apa yang Ia mau.

Lalu....mau apalagi.......maka segenap hatiku membisikan .....Terima kasih Tuhan, itulah ucapan syukurku.