Sudah berhari-hari Estelle berada di bak pembuangan sampah. Sebetulnya, ia sudah tak tahan lagi dengan bau sampah yang setiap hari dihirupnya, tetapi, tak ada yang bisa ia lakukan selain menangis. Tubuhnya semakin jauh dari permukaan bak pembuangan sampah, karena semakin hari, sampah semakin bertambah banyak. Ia ingin berteriak, tetapi siapa yang akan mendengarnya. Estelle hanya bisa berharap suatu hari nanti akan ada orang yang bisa menemukannya, entah bagaimana caranya. “Hai boneka dari langit, bisa diam nggak?” Terdengar suara asing membentak. “Yang menderita itu bukan hanya kamu, suara tangismu membuatku tak bisa tidur,” lanjut suara asing itu. Estelle terkejut, lalu ia menghentikan tangisnya. “Kamu siapa, apakah kamu juga boneka seperti aku?” tanya Estelle ingin tahu. “Bagaimana kamu tahu kalau aku boneka, aku saja tak bisa melihatmu karena tertutup sampah?” lanjutnya. “Aku me...